Pengertian Metode Simulasi (SIMULATION)

Pengertian Metode Simulasi (SIMULATION) - Metode simulasi merupakan metode mengajar yang dapat digunakan dalam pembelajaran kelompok. Mengajar dengan simulasi objeknya bukan benda atau kegiatan yang sebenarnya, tetapi kegiatan mengajar yang bersifat pura-pura. Simulasi dapat dilakukan oleh siwa Sekolah Dasar pada kelas IV ke atas, karena kegiatan pembelajarannya menuntut adanya kemampuan siswa dalam berinteraksi dalam kelompok. 
Ada beberapa jenis model simulasi diantaranya adalah bermain peran, sosiodrama, permainan simulasi dan sebagainya. Bermain peran (role playing) merupakan permainan dalam bentuk dramatisasi, sekelompok siswa melaksanakan kegiatan tertentu yang telah diarahkan oleh guru. Simulasi ini lebih menitikberatkan pada tujuan untuk mengingat atau menciptakan kembali gambaran masa silam yang memungkinkan terjadi pada masa yang akan datang atau peristiwa tersebut bermakna bagi kehidupan sekarang. 
Sosiodrama adalah suatu kelompok yang belajar memecahkan masalah yang berhubungan dengan masalah individu sebagai makhluk sosial. Misalnya hubungan antara anak terhadap orang tua, antar siswa dengan teman kelompoknya, dan sebagainya. 
Permainan simulasi (simulation games) siswa bermain peran sesuai dengan peran yang ditugaskan sebagai pembuat keputusan. 
Metode simulasi memiliki karakteristik yang berbeda dengan metode-metode yang lainnya, karakteristik tersebut antara lain: 
Karakteristik Metode Simulasi 
1) Kegiatan pembelajaran bukan pada objek sebenarnya. 
2) Kegiatan secara kelompok. 
3) Aktivitas komunitas. 
4) Alternatif untuk pembelajaran sikap. 
5) Peran guru sebagai pembimbing. 
6) Ada topik permasalahan. 
7) Ada peran yang perlu dimainkan siswa. 
Keunggulan Metode Simulasi 
1) Siswa dapat berinteraksi sosial dengan lingkungan. 
2) Siswa terlibat langsung dalam pembelajaran. 
3) Siswa dapat memahami permasalahan sosial. 
4) Membina hubungan personal yang positif. 
5) Dapat membangkitkan imajinasi dan estetika siswa dan guru. 
Kelemahan Metode Simulasi 
1) Relatif memerlukan waktu yang banyak. 
2) Apabila siswa tidak memahami konsep simulasi tidak akan efektif. 
3) Sangat bergantung pada aktifitas siswa. 
4) Pemanfaatan/bantuan sumber belajar sulit. 
5) Adanya siswa yang lambat, kurang minat dan kurang motivasi, simulasi kurang berhasil. 
Prosedur metode simulasi yang harus ditempuh dalam pembelajaran adalah sebagai berikut: 
a. Menetapkan topik simulasi diarahkan oleh guru. 
b. Menetapkan kelompok dan topik-topik yang akan dibahas. 
c. Melaksanakan simulasi dengan diawali petunjuk dari guru tentang prosedur, teknik dan peran yang dimainkan. 
d. Proses pengamatan terhadap proses, peran, teknik dan prosedur, dapat dilakukan dengan diskusi. 
e. Kesimpulan dan saran dari kegiatan simulasi. 
Kemampuan guru yang harus diperhatikan untuk menunjang metode simulasi diantaranya: 
1. Kemampuan dalam membimbing siswa dalam mengarahkan teknik, prosedur dan peran dalam simulasi. 
2. Memberikan ilustrasi. 
3. Menguasai pesan yang dimaksud dalam simulasi tersebut. 
4. Dapat mengamati secara proses, simulasi yang dilakukan olleh siswa dengan baik. 
Adapun kondisi dan kemampuan siswa yang harus diperhatikan dalam penerapan metode simulasi adalah: 
1. Kondisi minat, perhatian dan motivasi siswa dalam bersimulasi. 
2. Pemahaman terhadap pesan yang akan disimulasikan. 
3. Kemampuan dasar berkomunikasi dan berperan.