Contoh Laporan Hasil Praktek Kerja Industri (Pemasaran)

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
PT. Matahari Putra Prima tbk. adalah sebuah pusat perbelanjaan di Kota Kudus yang menyediakan beraneka jenis kebutuhan hidup manusia seperti makanan, minuman, pakaian dan lain-lain.
PT. Matahari Putra Prima tbk. selalu menyediakan barang-barang yang bagus, bermutu tinggi bagi pelanggannya, tidak lupa juga, disana para pelanggan akan disambut dengan pelayanan yang optimal dari para staf karyawan disana, sehingga para pelanggan disana bisa merasa puas dengan berbelanja disana.
1.2 Tujuan Prakerin
1) Untuk menambah pengetahuan dan pengalaman di dunia industri serta memperoleh wawasan yang lebih luas dalam dunia industri
2) Untuk dapat bekerja secara mandiri dan berlatih menyesuaikan diri dengan suatu usaha
3) Memberikan pengalaman kerja nyata di industri
4) Menambah wawasan siswa dan dapat membandingkan antara teori dan praktek kerja di lapangan.
1.3 Ruang Lingkup
Ruang lingkup kerja yang dilaksanakan di FOOD MART KUDUS adalah analis terhadap aktifitas mengenai aspek teknologi pangan pada proses pensortiran, penimbangan hingga pemasaran di FOOD MART KUDUS. Proses pensortiran ini termasuk didalamnya adalah penyiapan bahanbaku, penimbangan bahan dan pemasaran.
1.4 Sasaran
1) Menerapkan sistem dan prosedur kerja keselamatan dan kesehatan
Melakukan pekerjaan dengan aman
Mengikuti prosedur kerja dengan baik
2) Menerapkan program dan prosedur kerja
Menerapkan program keamanan pangan
Berpartisipasi menjaga keamanan pangan
1.5 Target
1) Mengutamakan kenyamanan pelanggan
2) Mengikuti prosedur kerja yang baik
3) Mengendalikan bahaya K-3
4) Mengutamakan peningkatann mutu dan kebersihan
1.6 Tempat dan Waktu
Semua ruang lingkup yang akan dilaksanakan :
Waktu pelaksanaan : 1 Mei – 30 Agustus
Tempat pelaksanaan : FOOD MART KUDUS
Alamat : Jalan Lukmono Hadi
Waktu : Sesuai shift
1.7 Manfaat
1) Bersakap disiplin dan penuh tanggung jawab dalam mencap[ai ataupun meraih sesuai tujuan, keberhasilan ataupun kesuksesan
2) Mendapatkan pengalaman dan wawasan yang lebih luas tentang industri terutama FOOD MART KUDUS
2.1 Sejarah Perusahaan
PT. MATAHARI PUTRA PRIMA Tbk. adalah sebuah perusahaan ribel diIndonesiayang merupakan pemilik dari jaringan supermarket Hypermart. Per kuartal pertama tahun 2008, Matahri Putra Prima sudah mempunyai 79 department store, 38 hypermarket, 31 supermarket, 46 outlet farmasi dan lebih dari 88 hiburan keluarga di lebih dari 50 kota di Indonesia. Industri toko tersebut didirikan pada tahun 1958 dengan toko pertamanya yang terletak di Pasar Baru,Jakarta. Tokoh penting dalam berdirinya PT. Matahari Putra Prima adalah Benjamin J. Mailool. Kantor pusatnya berada diJakartadengan jenis industrinya adalah toko swalayan. Pada tahun 1972 adalah adanya Pioneer of Department Store Concept in Indonesia, selang dalam waktu 8 tahun yaitu pada tahun 1980 membuka toko pertama outside Jakarta – Sinar Matahari Bogor.
Pada tahun 1988 Core Business Expansion to Supermarket operasi, dilanjutkan pada tahun 1992 yaitu dengan adanya IPO at Jakarta Stock Exchange at Surabaya Stock. Kemudian pada tahun 2000 diadakan Launching of Matahari Club Card (MCC), MCC adalah kartu yang dibuat untuk customer untuk bisa mendapatkan diskon-diskon yang hanya didapatkan jika mempunyai kartu MCC. Di PT Matahari Putra Prima juga ada produksi bakery yaitu “ Baker’s Deligh Fresh Oven”, pada setiap hypermart dan foodmart yang merupakan cabang dari PT. Matahari Putra Prima ada produksi bakery yang langsung di display ke counter bakery setelah semua tahap-tahapannya selesai. PT, Matahari Putra Prima sudah tersebar diIndonesiadengan mempunyai cabang-cabang diantaranya yaitu Department Store, Hypermarket, Supermarket, outlet Farmasi dan Hiburan Keluarga.
2.1 Struktur Organisasi PT. Matahari Putra Prima Tbk.
2.3 Tujuan Perusahaan
Sebagai perusahaan FOOD MART KUDUS mempunyai tujuan diantaranya meningkatkan kuaqlitas produk dan mempertahankan minat konsumen.
2.4 Ketenagakerjaan
Kegiatan di FOODMART KUDUS dilakukan secara bershift oleh karyawan atau pekerja. Secara bershift dilakukan supaya toko tetap buka sampai malam. Pekerja adalah orang yang terkait hubungan kerja dengan pihak manajemen dan menerima upah (gaji) dari perusahaan. Hubungan kerja antara perusahaan dan pekerja diatur oleh peraturan perusahaan.
Mengenai gaji karyawan biasanya dilakukan perbulan dan gajinya dibedakan sesuai jabatan atau kelompok. Di Foodmart, karyawan dibagi menjadi beberapa kelompok, diantaranya adalah : karyawan Fresh, Bakery, Food, Cassa/Kasir. Pembayaran gaji karyawan dibayar 1 bulan sekali.
BAB III
TINJAUAN KHUSUS
3.1 Penerimaan Bahan baku
Penerimaan bahanbakupada Foodmart kebanyakan diperoleh dari supplier yang telah dipercaya oleh Foodmart. Supplier mengirimkan bahan yang dipesan oleh perusahaan sesuai jumlah yang ditentukan. Biasanya pengiriman bahan dilakukan 1 minggu sekali. Penyiapan bahanbakutoko sangat diperlukan untuk mendukung kelancaran proses produksi, dalam proses penyiapan bahanbakutidak memerlukan rangkaian produksi yang rumit, seperti kalau ada barang masuk pertama itu harus keluar pertama, sehingga kualitas barang tertap terjaga.
3.2 Jenis Produk
Jenis produk yang ada di counter Fresh meliputi buah-buahan saja. Buah-buahan yang dijual di counter Fresh Foodmart Kudus banyak sekali jenisnya dan berbeda-beda juga jenis dan namanya., sehingga penanganannya pun dilakukan secara berbeda karena jenis buahnya memiliki karakteristik yang berbeda.
Penggolongan Buah
Penggolongan buah dilakukan untuk mempermudah konsumen untuk mengetahui harga dan rasa dari buah tersebut.
3.3 Pengemasan
Tahap pengemasan di Fresh ditentukan pada kualitas bahannya. Misal pada buah-buahan :
Pada buah-buahan yang masih segar biasanya tidak di wrapping atau dikemas melainkan dibiarkan saja, dan buah yang diwrapping adalah buah yang sudah cacat atau sedikit busuk, biasanya buah yang busuk itu dibuang busuknya dan dijadikan rujak. Buah yang diwrapping karena cacat tadi didiskon 50% – 90% tergantung tingkat kerusakannya.
3.4 Pelayanan
Servis atau pelayanan yang baik merupakan hal yang penting untuk meningkatkan penjualan dan memberikan kesan yang terbaik dan nyaman bagi masyarakat. Jika pelayanan buruk, dapat mempengaruhi omset penjualan sehingga memberikan pelayanan diusahakan sebaik mungkin sehingga konsumen terpuaskan.
3.5 Sanitasi
Sanitasi adalah usaha yang dilakukan untuk mengubah secara langsung atau tidak langsung terhadap pengaruh lingkungan yang buruk bagi kesehatan manusia dan lingkunagn menjadi bersih.
Sanitasi yang dilakukann di Foodmart sudah memenuhi standar persyaratan dan sanitasi ini bertujuan untuk melindungi bahan-bahan. Sehingga tidak mudah kotor, dan untuk mengihndari bahaya terhadap konsumen.
3.6 Limbah
Limbah adalah sisa suatu hasil pengolahan dari suatu industri atau rumah tangga. Limbah yang dihasilkan oleh Foodmart berupa limbah cair dan padat. Limbah cair yang dihasilkan yaitu bekas pencucian alat-alat pengolahan, air bekas pembersih lantai. Sedangkan limbah padat yang dihasilkan adalah sisa-sisa sayuran, buah-buahan yang sudah tidak bisa dikonsumsi, tidak layak pakai dan yang busuk.
Di counter Fresh Foodmart kudus kebanyakan berupa limbah padat yaitu dari limbah buah-buahan dan sayur-sayuran yang sudah jelek. Limbah tersebut disortir kembali jika ada yang masih bisa dipakai akan diwrapping dan yang sudah busuk atau tidak layak dikonsumsi dikosongkan. Dan limbah cair biasanya berupa jus botol dan susu yang sudah kadaluwarsa (sudah habis tanggal masa berlakunya) itu dibuang, sehingga tidak membahayakan konsumen.
3.7 Penanganan Bahan kadaluarsa
Di Foodmart setiap ada barang masuk selalu dilakukan pengecekan, setelah itu barang ditata dengan rapi, barang yang lama ditata atau diletakkan diatas sedangkan yang baru diletakkan dibawah.
Di Foodmart mempunyai sistem barang yang masuk pertama harus diambil pertama, sehingga barang yang kadaluarsa langsung dikumpulkan menjadi satu dan langsung dibuang.
3.8 Penggunaan, Pengoperasian dan Perawatan Alat
3.8.1 Timbangan
Kegunaan : Untuk menimbang buah, sayur dan lain-lain. Timbangan memiliki tingkat maksimal sendiri. Maksimal dalam penggunaan timbangan tidak boleh lebih dari 6 kg.
3.8.2 Ice Maker
Kegunaan : Alat ini digunakan untuk membuat gumpalan es. Esnya biasa untuk ikan. Dalam penjualan ikan harus menggunakan es, ses hanya untuk tempat ikan, supaya ikan terlihat segar, dan es juga berfungsi untuk pencampuran air dalam pencucian buah yang cacat atau buah yang akan diwrapping untuk didiskon.
3.8.3 Pisau
Kegunaan : Untuk memotong buah potong, seperti buah semangka, buah melon dan buah pepaya. Pisau juga digunakan untuk memotong buah yang sudah busuk.
3.8.4 Wrapping
Kegunaan : Alat ini digunakan untuk mewrapping sayur, buah potong, buah diskon maupun buah yang tidak didiskon, ikan, telur dan dalam memberi plastik pada parcel juga memerlukan alat ini.
3.9 Penugasan Prakerin
3.9.1 Mengenal dunia Industri
Penulis harus mengenal terlebih dahulu kegiatan dan tugas-tugas yang dilakukan di industri tersebut. Sehingga penulis dapat lebih bisa beradaptasi dengan lingkungan kerja dan pekerjaannya.
3.9.2 Sortasi Buah
Dalam menyortasi buah dilakukan setiap hari, buah yang tidak sesuai dengan kriteria harus diambil dan dibuang. Bila ada buah yang cacat sedikit akan didiskon 50-75% tergantung tingkat kerusakannya
3.9.3 Wrapping
Erapping dilakukan setiap hari pada buah yang akan didiskon, diwrapping supaya kuman-kuman tidak masuk ke dalam buah tersebut.
3.9.4 Menimbang
Menimbang dilakukan pada saat akan memberi label harga pada buah tersebut dan konsumen yang akan membelinya. Timbangan tersebut akan mengeluarkan label harga pada saat buah diletakkan di timbangan.
3.9.5 Melayani Konsumen
Dalam melayani konsumen harus mengendalikan diri dan bersikap baik. Biasanya ada konsumen yang tidak suka dengan barang yang kita jual dan mereka komplain, itu harus digunakan pengendalian diri dan tidak mudah emosi dalam memberi pelayanan kepada konsumen. Supaya konsumen tetap membeli produk-produk di toko.
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Prakerin ini adalah pengalaman yang sangat berharga dalam kehidupan saya, karena tanpa adanya prakerin tentu saya tidak akan tahu lebih detail mengenai dunia kerja yang sebenarnya. Dan dengan adanya prakerin ini maka saya lebih tahu banyak hal terutama mengenai penjualan, sortasi dan pengwrappingan dalam buah. Dan dengan mengikuti prakerin saya lebih bisa untuk mendalami tentang dunia industri, proses industri, kedisiplinan dan tanggung jawab dengan pekerjaan. Serta saya bisa mendapatkan teman yang banyak disini, sehingga bisa saling tukar menukat pikiran dengan teman-teman prakerin dari sekolah lain danb senior di tempat prakerin.
4.2 Saran
Ruangan kerja atau ruang proses kurang lebar karena di dalam terdapat barang-barang yang memakan cukup banyak ruangan.
Barang-barang seperti label dan tre harus diberikan ruangna tersendiri.
DAFTAR PUSTAKA
Astawan Mita Wahyuni dan Astawan Made. 1998. Teknologi Pengolahan Pangan Hewani Tepat Guna . Jakarta : Cv Akademika Pressindo
Haryanto Makmoer. 2003. Roti Manis dan Donat .Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama
Mudjajanto Eddy Setyo dan Lilik Noor Yulianti. 2004. Membuat Aneka Roti. Jakarta enebar Swadaya
Sondakh Masye Manaffe,dkk. 1997. Pengolahan Kue dan Roti .Bandung: Angkasa
U.S Wheat Associates. 1983. Pedoman Pembuatan Kue dan Roti.Jakarta: Djambatan
Obat Bius Cair Liquid Sex